Gizi yang baik sangat diperlukan untuk proses tumbuh kembang anak. Bagi anak-anak yang normal ditinjau dari segi umur, anak balita yaitu anak yang berusia di bawah lima tahun, merupakan anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang. Usia balita ini merupakan golongan yang paling rawan terhadap kekurangan kalori protein.
1.      Kebutuhan Gizi Balita

Kebutuhan gizi balita
Kebutuhan gizi yang harus dipenuhi pada masa balita diantaranya adalah energi dan protein. Kebutuhan energi sehari anak untuk tahun pertama kurang lebih 100-120 kkal/ kg berat badan. Untuk tiap 3 bulan pertambahan umur, kebutuhan energi turun kurang lebih 10 kkal/ kg berat badan.
Energi dalam tubuh  diperoleh terutama dari zat gizi karbohidrat, lemak dan juga protein. Protein dalam tubuh merupakan sumber asam amino esensial yang diperlukan sebagai zat pembangun, yaitu untuk pertumbuhan dan pembentukan protein dalam serum, mengganti sel-sel yang rusak, memelihara keseimbangan asam basa cairan tubuh, serta sebagai sumber energi. Lemak merupakan sumber kalori berkonsentrasi tinggi, selain itu lemak juga mempunyai 3 fungsi, diantaranya sebagai sumber lemak esensial, sebagai zat pelarut vitamin A, D, E, K, serta dapat memberi rasa sedap dalam makanan. Kebutuhan karbohidrat yang dianjurkan adalah 60-70% dari total energi. Sumber karbohidrat dapat diperoleh dari beras, jagung, singkong, tepung-tepungan, gula, dan serat makanan. Serat makanan sangat penting untuk menjaga kesehatan alat pencernaan. Vitamin dan mineral pada masa balita sangat diperlukan untuk mengatur keseimbangan kerja tubuh dan kesehatan secara keseluruhan. Kebutuhan akan vitamin dan mineral jauh lebih kecil dari pada protein, lemak, dan karbohidrat.

Ada beberapa hal yang perlu dihindari bagi anak agar makannya tidak berkurang, seperti membatasi makanan yang kurang menguntungkan, seperti coklat, permen, kue-kue manis karena dapat membuat kenyang sehingga nafsu makan berkurang. Menghindari makanan yang merangsang seperti pedas dan terlalu panas, menciptakan suasana makan yang tentram dan menyenangkan, memilih makanan dengan nilai gizi tinggi, memperhatikan kebersihan perorangan dan lingkungan, tidak memaksa anak untuk makan serta tidak menghidangkan porsi makanan terlalu banyak.


Usia balita dapat kita bedakan menjadi 2 golongan, yang pertama adalah balita usia 1-3 tahun. Jenis makanan yang paling disukai anak balita di usia ini biasanya adalah makanan yang manis-manis, seperti cokelat, permen, es krim, dll. Pada anak usia ini sebaiknya makanan yang banyak mengandung gula dibatasi, agar gigi susunya tidak rusak atau berlubang (caries). Pada usia, biasanya anak sangat rentan terhadap gangguan gizi, seperti kekurangan vitamin A, zat besi, kalori dan protein. Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan gangguan fungsi pada mata, sedangkan kekurangan kalori dan protein dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan kecerdasan anak.

2.      Kebutuhan Gizi Anak Usia 4-6 Tahun.

Anak dapat memilih makanan yang bergizi
Pada usia ini, anak-anak masih rentan terhadap gangguan penyakit gizi dan infeksi. Sehingga pemberian makanan yang bergizi tetap menjadi perhatian orang tua, para pembimbing dan pendidik di sekolah. Pendidikan tentang nilai gizi makanan, tidak ada salahnya mulai diajarkan pada mereka. Dan ini saat yang tepat untuk menganjurkan yang baik-baik pada anak, karena periode ini anak sudah dapat mengingat sesuatu yang dilihat dan didengar dari orang tua dan lingkungan sekitarnya. Sehingga akhirnya anak dapat memilih menyukai makanan yang bergizi.
3.      Gizi Anak Usia 0-12 Bulan


Asi adalah asupan terbaik untuk bayi

Bayi memerlukan zat gizi untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, sejak masa janin berusia 4 bulan, lahir, sampai berumur satu tahun (periode kritis). Perkembangan otaknya akan optimal apabila terpenuhi kebutuhan nutrisinya baik dalam segi mutu ataupun jumlah.
Untuk bayi 0 – 6 bulan tidak perlu makanan lain, kecuali ASI(ASI ekslusif). Pada masa itu saluran pencernaan bayi masih peka, sehingga hanya ASI yang mampu dicerna dan diserap usus.


Hal yang perlu diperhatikan, adalah sebagai berikut:


a.       Makanan bayi harus dapat memenuhi tujuan pemberian makanan yaitu:
- Untuk tumbuh kembang
- Untuk memenuhi kebutuhan psikologis.
- Keperluan edukatif/pendidikan untuk melatih kebiasaan makan yang baik.
b.      Pengenalan makanan pendamping ASI dilaksanakan secara bertahap dan berangsur-angsur. Berikan makanan bayi sedikit demi sedikit dari bentuk encer berangsur ke bentuk yang lebih kental.
c.       Makanan baru diperkenalkan satu persatu agar diterima dengan baik.
d.      Urutan pemberian makanan pelengkap : Buah-buahan, tepung-tepungan, sayuran, daging. Sumber protein hewani misalnya kuning telur diberikan terakhir (umur 6 bulan)
e.        Perhatikan kebersihan perorangan dan lingkungan (alat makan dan minum)
f.       Libatkan peran ayah dan anggota keluarga lainnya.
v  Makanan Lumat/Lembik
a.       Bayi usia 6-9 bulan mulai dapat diperkenalkan dengan makanan lembik yaitu berupa Tim saring, bubur tepung.
b.       Tim saring dapat dibuat sendiri yang terdiri dari bahan-bahan sebagai berikut : Makanan pokok(beras) 20 gr, lauk hewani(daging ayam) 25 gr, lauk nabati (tahu tempe) 20 gr, sayuran (wortel bayam) 25 gr, air 3 – 4 gelas.
c.       ASI terus diberikan.
v  Makanan Lunak
1. Bayi umur 9-12 bulan diberi makanan lunak berupa bubur nasi lengkap atau tim lengkap tanpa disaring lagi. Bayi jangan diberi makanan yang terlalu banyak mengandung minyak, margarin atau mentega karena lemak yang dikandungnya akan memperberat kerja pencernaannya.
2. Nasi Tim merupakan makanan bayi lengkap gizi, sebagaimana makanan perintis untuk nasi remas lengkap atau hidangan makanan pokok beserta lauk pauk untuk orang dewasa.
3. ASI terus diberikan sesuka bayi.

v  Cara Menilai Respon Bayi Terhadap Makanan
a.       Respon jangka pendek
1. Disukai atau tidak. Anak tampak puas dan senang.
2. Toleransi. Cocok untuk saluran cerna bila tidak menimbulkan gangguan saluran cerna, muntah, kembung, diare.
3. Efek samping. Makanan tidak cocok apabila menimbulkan gejala alergi, asma, eksim, urtikaria.
b.      Respon jangka panjang
1. Secara keadaan fisik anak aktif, lincah, riang, cerdas, tidak pucat, tidak lemah.
2. Secara antropometri. Bertambah usia bertambah ukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala.
(Rachmawati/Fajar Sulistio Rendrawan)
Sumber :
Comments
0 Comments

0 komentar:

 
Top